Choosen Posts
  • Upgrade Android Xperia X10 mini pro into Android 2.1

    Upgrade Android Xperia X10 mini pro into Android 2.1

    After more than three weeks using Android 1.6 (Donut), this morning I upgraded my wife Android powered phone, Sony Ericsson Xperia X10 mini pro, from native Android 1.6 (Donut) into Android 2.1 (Eclair). That update was forced due to some error happened when the phone was restarted or turned on. ...

    Read More

  • Kuliner Makanan Khas Solo

    Kuliner Makanan Khas Solo

    Di dasari oleh banyaknya teman-teman yang kalau sedang atau akan berkunjung ke Solo bertanya-tanya tentang makanan khas beserta tempatnya di Solo, maka dari itu aku tuliskan saja list kuliner makanan beserta tempatnya yang "menurutku" terkenal dan layak dicoba karena berbagai hal. Sekali lagi ini sangat subjektif "menurutku" saja :D . Jadi ...

    Read More

  • Bukittinggi : Jam Gadang & Taman Panorama

    Bukittinggi : Jam Gadang & Taman Panorama

    Menyambung posting sebelumnya, selain ke Lembah Harau, kami juga menyempatkan mampir ke Kota Bukittinggi. Bukittinggi hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan darat dari Lembah Harau. Udara di Bukittinggi sejuk dan bersih mirip udara Kota Bandung di jaman dahulu. Di Bukittinggi, kami menyempatkan mengunjungi Taman Panorama dan Jam Gadang. Taman Panorama ...

    Read More

  • Citarik : Beautiful River for Rafting

    Citarik : Beautiful River for Rafting

    The Citarik River which located in Sukabumi is part of Gunung Halimun National Park and commonly known as one of the most well-know rivers for exciting rafting in West Java, Indonesia. That place can be reached approximately 3 hours until 4 hours from Jakarta by car. Me with my 17 others ...

    Read More

  • Banjarnegara : Dawet Ayu Banjarnegara dan Sejarahnya

    Banjarnegara : Dawet Ayu Banjarnegara dan Sejarahnya

    Hari Sabtu kemarin sehabis Sholat Dhuhur kami jalan-jalan dengan motor ke kabupaten Banjarnegara. Rute perjalanan dari Purwokerto ke kabupaten yang ber-slogan gilar-gilar itu kami menggunakan jalur Purwokerto - Sokaraja - Purbalingga - Banjarnegara. Kami sengaja melewati jalan utama dan menghindari jalan alternatif karena selain tidak tahu jalan alternatif, juga karena ...

    Read More

Tentang SMS Spam & Filter SMS

Pasti kita sering tiba-tiba ringtone ponselnya berbunyi tanda ada sms masuk namun ternyata sms tersebut adalah sms spam yang menawarkan kredit dan semacamnya bahkan sebagian sms model penipuan.
Yak, fenomena tersebut sangat banyak terjadi yang kemungkinan besar salah satunya disebabkan murahnya biaya berkirim sms. Inilah contoh nyata bahwa gratis dan murah itu tidak selalu membawa kebaikan pada pelanggan. Jadi menurut saya sebaiknya harga sms itu dikembalikan saja ke harga 350 rupiah per sms seperti pada lima atau enam tahun yang lalu atau bahkan lebih mahal lagi. Saat itu meskipun sms spam sudah ada namun tidak sebanyak sekarang ini karena harganya yang masih lumayan mahal.

Selain biaya SMS yang murah, harga kartu perdana yang juga sangat murah ikut andil dalam mempermudah pekerjaan spammer. Dia dengan mudah dan murah bisa ganti kartu untuk mengirim sms spam ke target yang dia tuju. Jadi kombinasi dari murahnya harga sms dan murahnya kartu perdana merupakan duet maut yang cukup memanjakan para sms spammer.
Ini dapat dibuktikan dengan mudah kalau anda memiliki program semacam pemfilter sms yang menggunakan rule blacklist nomor MSISDN untuk memfilter sms yang masuk. Jadi jika ada sms spam masuk dan kemudian nomor MSISDN tersebut Anda masukan dalam MSISDN blacklist maka Anda akan mendapati fakta bahwa MSISDN yang sudah Anda blok itu tidak akan pernah digunakan lagi namun si spammer masih tetap mengirim sms spam sejenis dengan MSISDN lainnya. Itulah fakta yang aku jumpai dari sekitar dua minggu terakhir.
Coba bayangkan jika harga kartu perdana itu misalnya 100 ribu per kartu seperti era tahun 2000an dulu, sudah pasti para spammer akan berpikir berulang-ulang untuk ganti-ganti kartu dalam mengirim spam.

Sebenarnya ada solusi untuk memblok sms spam yang berganti-ganti nomor MSISDN seperti ini yaitu dengan cara menggunakan program filter sms yang menggunakan rule whitelist. Read More …


Related Post :

25 January 2012 || General || 2 Comments

Catatan Ubuntu 11.10 di Netbook HP Mininote 2140

Ubuntu 11.10 HP Mininote 2140Setelah lama menggunakan Linux Mint LXDE edition Live SDHC pada Netbook HP Mini Note 2140, akhirnya aku mencoba mencicipi Ubuntu 11.10 yang langsung diinstall di Harddisk Netbook Mini Note 2140. Source file installer ISO aku pilih versi DVD yang berukuran sekitar 1.5 GB dan aku unduh dari salah satu miror Ubuntu yang ada di Indonesia. Dengan kecepatan internet yang setengah dewa, 1.5 GB itu hanya memerlukan waktu kurang dari 5 menit saja untuk selesai di unduh. Awalnya aku kira versi DVD ini lebih lengkap dari versi CD nya seperti halnya Linux Mint, tetapi untuk Ubuntu ternyata tidak beda jauh dengan versi CD nya. Kalau tahu seperti itu mending download versi CD nya saja. DVD ISO tersebut kemudian di buat installer dengan menggunakan Universal USB Installer pada media SDHC untuk kemudian diinstall di Netbook HP Mini Note 2140. Saat installasi, partisi untuk Linux aku berikan porsi sebesar 20 GB dengan detail partisi swap nya berukuran 2 GB dan partisi / nya berukuran 18 GB. Seperti biasa, Linux selalu menganggap waktu di Bios adalah waktu GMT sehingga waktu di Linux selalu tidak sama dengan waktu di Windows jika kita menggunakan dual OS. Solusinya adalah membuat seting waktu di Linux menjadi GMT sehingga waktu di Windows sama dengan waktu di Linux.

Ubuntu Versi 11.10 ini menurutku sudah lebih bersahabat dengan netbook jika dibandingkan dengan versi sebelumnya meski memang masih ada kekurangannya. Sebagai Newbie dalam menggunakan Unity, memang awal-awal agak canggung dan perlu waktu agak lama dalam melakukan adaptasi dengan Unity terutama mencari tahu shortcut-shortcut untuk mempercepat akses ke aplikasi tertentu seperti misalnya super+a dan lain-lain. Tidak seperti Linux Mint yang dulu aku pakai, Ubuntu masih perlu install codex multimedia untuk memutar file multimedia (Audio dan Video). Tetapi dengan kecepatan internet setengah dewa, install codex (ubuntu-restricted-extras) dan aplikasi lain-lain tidaklah menjadi masalah. Untuk aplikasi, aplikasi default Ubuntu 11.10 ini untuk Audio Player menggunakan Banshee dan untuk Video Player menggunakan Totem. Awalnya Audio Player Banshee ini sangat lama saat dibuka dan selalu error untuk browse lagu sampai harus di kill dari shell untuk force close. Jadi saat itu sempat mau aku ganti dengan Rhytmbox saja, namun kemudian setelah diupdate jadi normal dan tidak bermasalah lagi. Bahkan Banshee ini bisa autodetect ketika ipod shuffel ku ditancapkan di laptop dan bisa memutar lagunya, hanya saja entah bisa tidak untuk menambahkan lagu ke ipod (belum sempat mengexplore lebih jauh). Untuk media player aku tidak suka dengan Totem, maka aku ganti dengan VLC yang lebih ringan dan lebih banyak format file yang disupport. Untuk shell editor, default editornya adalah Nano. Aku kurang familiar dengan Editor Nano jadi aku ganti dengan Vi (Vim). Nano nya di uninstall saja. Untuk aplikasi yang berhubungan dengan internet, browser default adalah Firefox 8 dan untuk aplikasi chatting adalah Empathy. Untuk Browser, karena google chrome sudah menyediakan paket untuk debian based, maka aku install Google Chrome Debian based tersebut sebagai secondary browser. Untuk aplikasi chatting, aku sama sekali tidak familiar dengan Empathy, jadi aku ganti dengan Pidgin. Sementara itu, beberapa aplikasi lain yang mungkin akan sering digunakan seperti skype, filezilla, dan gimp aku tambahkan.

Kelemahan yang menurutku cukup mencolok dari ubuntu 11.10 ini adalah Read More …


Related Post :

8 January 2012 || General || 12 Comments

Bukittinggi : Jam Gadang & Taman Panorama

Ngarai Sianok, Taman PanoramaMenyambung posting sebelumnya, selain ke Lembah Harau, kami juga menyempatkan mampir ke Kota Bukittinggi. Bukittinggi hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan darat dari Lembah Harau. Udara di Bukittinggi sejuk dan bersih mirip udara Kota Bandung di jaman dahulu. Di Bukittinggi, kami menyempatkan mengunjungi Taman Panorama dan Jam Gadang. Taman Panorama adalah sebuah taman kecil di pinggir jalan di samping salah satu ngarai terkenal yang pernah menjadi gambar uang seribu rupiah jaman dahulu yaitu Ngarai Sianok. Saat kami ke sana, di taman tersebut banyak terdapat kera yang berada di sisi pagar yang berbatasan dengan ngarai. Di Taman Panorama tersebut selain Ngarai Sianok, terdapat juga Goa bungker pertahanan bekas tentara Jepang yang disebut dengan Lobang Jepang.
Menurut guide kami, Lobang Jepang adalah saksi bisu kejahatan Jepang pada masa perang dunia ke dua dimana mereka menggunakan para pekerja paksa, romusha untuk membangun terowongan tersebut. Para pekerja paksa tersebut didatangkan dari daerah lain seperti dari Jawa dan daerah lain selain Bukittinggi guna menghindari terbongkarnya kerahasiaan terowongan tersebut. Untuk masuk ke terowongan tersebut dari Taman Panorama, kita harus menuruni anak tangga sekitar seratus tiga puluh lima anak tangga yang total tingginya sekitar 40 meter bila diambil garis tegak lurus dari permukaan tanah. Panjang total trowongan tersebut mungkin lebih dari 1 Km dengan berbagai ruang yang dulu ditujukan untuk digunakan berbagai keperluan Jepang. Terowongan tersebut ternyata belum sempat digunakan secara aktif oleh Jepang karena Jepang sudah menyerah terlebih dahulu kepada Sekutu setelah Nagasaki dan Hiroshima di bom atom oleh sekutu. Selain Lubang Jepang, di sudut kanan Taman Panorama, setelah melewati kios-kios souvenir, terdapat pos untuk pengamatan Ngarai Sianok. Di sana dibangun semacam pos pengamatan dari besi yang agak menjulang tinggi dua tingkat. Saat kami ke sana, sebagian besi sudah berkarat dan tampak tidak terurus, namun hal itu tidak mengurangi keberanian kami untuk naik ke pos pengamatan tersebut :-) . Secara garis besar dan melihat kondisinya, Taman Panorama ini kok menurutku hanyalah taman kota biasa seperti halnya taman Balekambang yang ada di Solo namun dengan bonus pemandangan beberapa ngarai dan Lobang Jepang. Pemandangan Ngarai nya pun masih kalah jauh kalau dibandingkan dengan pemandangan Lembah Harau. Read More …


Related Post :

29 December 2011 || Traveling || 8 Comments

Lembah Harau : Wisata Alam Berpemandangan Fantastis

Air Terjun Anai, Padang PanjangSetelah lama tidak jalan-jalan, kali ini kami berkesempatan untuk ke Padang, Sumatra Barat. Di kota Padangnya sendiri mungkin tidak ada tempat wisata yang menarik. Oleh karena itu, Guide kami pun hanya membawa kami berputar-putar kota dan kemudian singgah di daerah pelabuhan Teluk Bayur. Dari sana kita tahu bahwa Teluk Bayur ternyata tidak seindah lagunya :) . Dari sana, kemudian kami menuju objek wisata alam Lembah Harau (penduduk lokal menyebutnya Arau). Untuk ke objek wisata alam Lembah Harau, kami harus melakukan perjalanan cukup jauh melewati Padang, Padang Pariaman, Padang Panjang, dan kemudian sampai ke Harau yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Oya, dalam perjalanan, kami banyak menjumpai nama daerah yang mengandung angka matematika seperti 50 Kota, 2×11 enam lingkung, dan lain-lain. Mungkin masyarakat di sana memang senang dengan matematika kali ya, sehingga nama daerahpun mengandung angka matematika :-) . Di tengah perjalanan, di daerah Padang Panjang, kami juga melewati air terjun Lembah Anai. Nama tempatnya sesuai dengan plang yang ada di gapura masuk adalah Objek Wisata Cagar Alam Lembah Anai Air Mancur. Di objek wisata tersebut, air terjunnya terletak persis dipinggir jalan sehingga kita menyempatkan singgah sebentar di sana. Info dari guide kami, tempat tersebut memang secara default dijadikan tempat singgah dalam perjalanan sejak jaman dahulu sehingga selalu ramai oleh orang-orang yang sekedar singgah untuk beristirahat sebentar. Lokasi tersebut sebenarnya kalau dikembanhkan akan sangat bagus, namun, sayangnya di sana tidak ada lokasi parkir khusus sehingga mobil dan bus parkir di pinggir jalan. Setelah dari sana, kami sempat makan dahulu di salah satu tempat makan makanan khas yaitu Sate Padang. Sate padangnya disajikan dengan ketupat dan terasa lebih enak jika dimakan dengan kerupuk rambak kulit. Rambak kulit yang ada ditempat makan itu besar dan lebar, mungkin ukurannya sekitar 10×10 cm dan tebal 1.5 cm. Setelah itu kami melanjutkan kembali perjalanan ke Lembah Harau. Read More …


Related Post :

26 December 2011 || Traveling || 17 Comments

Access : Solusi sederhana ketika Excel sudah komplek

Mungkin kita sering menggunakan excel dalam mengolah data. Yak, memang excel sangat powerfull untuk mengolah data, namun jika tabel datanya banyak dan saling terhubung sementara tabel-tabel tersebut tidak mungkin dibuat hanya dalam satu tabel saja, maka akan menjadi sangat komplek dan ribet cara dan fungsi yang dipakai di excel. Misalnya saja ada data suatu perusahaan pelayanan yang memiliki beberapa staf, setiap staf dibayar dalam hitungan perjam dengan tarif perjam yang berbeda-beda tiap stafnya. Sementara perusahaan tersebut memiliki klien beberapa perusahaan dan setiap perusahaan klien bisa dilayani oleh beberapa staf tersebut.
Dengan data seperti itu, meski bisa diolah di excel namun akan sangat komplek karena di sini ada tiga buah tabel data yaitu tabel data karyawan perusahaan yang berisi besarnya bayaran perjamnya, tabel data kerja karyawan perusahaan yang berisi jadwal kerja karyawan dan perusahaan klien apa yang dilayani karyawan tersebut, dan ada data klien perusahaan yang berisi alamat dan nomor telpon perusahaan klien. Ketiga data ini tentu saja saling berhubung yang dalam istilah database disebut dengan relational database. Pengolahan data seperti itu tetap bisa dilakukan di excel dengan berbagai fungsi seperti vlookup, pivot, dan sebagainya namun coba bayangkan kalau tabelnya semakin banyak. Tentu semakin runyam mengolahnya. He..he..he..

Oleh karena itulah ada cara yg lebih mudah dalam melakukan pengolahan data yang sifatnya relational database seperti itu yaitu menggunakan program database seperti misalnya Access.
Selama ini saya belum pernah menggunakan Access sama sekali sehingga sangat awam tentang Access. Kemarin, sambil menonton Liga Inggris, saya iseng mencari video tutorial cara penggunaan Access bagi orang awam seperti saya dan memperoleh tutorial gamblang step by step di youtube terkait dengan pembuatan database, pengolahan dengan querry, dan pembuatan data report. Tutorial tersebut Read More …


Related Post :

18 December 2011 || Learning || 2 Comments

Andhy S Perdana | Entries (RSS) | Comments (RSS).
Mohon tidak meng-Copy Paste tanpa mencantumkan sumber!

Switch to our mobile site