Sekitar satu bulan yang lalu, aku iseng membuat live usb stick linux menggunakan source ubuntu netbook remix (UNR) dengan cara seperti yang dijelaskan di website resmi ubuntu netbook remix tersebut. Ubuntu Netbook Remix tersebut sebenarnya cuma digunakan untuk sekedar iseng kalau kangen maenan linux di netbook HP mini note 2140 ku. Meskipun live usb stick nya sudah jadi sejak lama, tapi belum pernah aku gunakan sampai malam sabtu kemarin.
Jadi ceritanya begini, harddisk eksternalku Fujitsu 120 GB yang biasanya berjalan baik di HP Mininote 2140 ber OS Windows XP Home, ternyata tiba-tiba sabtu malam kemarin salah satu partisinya tidak bisa diakses, setiap kali kabel konektor usb dicolokkan ke usb port di netbook, partisi yang terdeteksi hanya satu buah partisi saja padahal seharusnya ada 2 partisi. Hm..nampaknya satu partisi lainnya ada yang corrupt sehingga tidak terdeteksi. Satu partisi yang terdeteksi itupun juga ternyata saat diexplore selalu membuat komputer jadi nge-hang dan tiba-tiba explorer windows nya berhenti sehingga praktis tidak dapat diapa-apakan lagi sampai kabel USB dilepas dari netbook.
Wew..Perkiraanku mungkin ini karena sistem explorer Windows XP home tersebut sibuk mencoba membaca partisi satunya yang belum terdeteksi sehingga menguras resource dan akhirnya netbook nge-hang. Hm..kalo begini terus maka ga akan bs digunakan lagi. Kemudian aku coba lagi mencolokkan kabel usb hardisk external ke netbook lagi, kali ini tetap saja yang terdeteksi hanya satu partisi saja. Kemudian aku ingin mecoba memformat partisi yang tidak terdeteksi saja atau juga dengan sekalian partisi yang terdeteksi (format ulang seluruh harddisk eksternal). Ini cara yang menurutku lebih baik daripada Hardisk eksternal tidak dapat digunakan sama sekali meskipun datanya harus hilang. Pertama-tama aku coba dahulu dengan format melalui My Computer-Manage, namun ternyata cuma loading terus dan tidak bisa membuka disk management-nya. Oke lah kalo begitu, kemudian aku mencoba menjalankan software pemartisi hardisk Easeus Partition Master (EPM), tetapi ternyata software ini juga cuma loading terus, tidak muncul-muncul hasil detection partisinya. Yak, tampaknya software ini juga pusing mendeteksi partisi Harddisk external yang corrupt tersebut. Hal ini dapat terlihat jika kabel USB yang menghubungkan antara harddisk external dengan netbook dicabut, maka software EPM tersebut dapat loading dengan cepat.
Karena beberapa cara di atas tidak bisa, maka saatnya aku coba Linux Live Ubuntu yang pernah aku buat. Segera saja aku masukkan USB flashdisk yang sudah berisi Ubuntu Netbook Remix ke port USB kemudian netbook direstart. Saat mau masuk bios, pencet F9 untuk memilih agar booting dari flashdisk. Setelah itu segera masuk ke Ubuntu Netbook Remix nya. Nah pas ke bagian Files and Folder, sebenarnya kedua partisi di Harddisk externalku tersebut terdeteksi, namun ada anouncement yang memberi tahu bahwa “SMART Hard Drive detects imminent failure”. Kemudian aku coba masuk via konsol dan masuk sebagai root untuk mencoba mengcopy data via konsol ke lokal harddisk netbook mini note 2140, namun ternyata gagal. Akhirnya aku klik saja icon notifikasi “SMART Hard Drive detects imminent failure” yang ada di pojok kanan atas dan ternyata ini mengarah ke disk management. Di disk management tersebut ternyata partisi harddisk ini tidak terdeteksi, namun harddisk externalnya terdeteksi utuh tanpa partisi. Di sana juga ternyata ada pilihan untuk memformat harddisk tersebut, jadi akhirnya aku format saja whole harddisk tersebut ke tipe FAT. Setelah proses formating selesai, ternyata Harddisk bisa digunakan lagi tanpa error dan terdetek di Ubuntu meskipun semua datanya hilang karena di format. Kemudian aku coba reboot komputer dan boot ke Windows XP Home dan ternyata harddisknya juga terdeteksi. Setelah itu aku coba jalankan EPM, ternyata hardisknya juga terdeteksi, kemudian sekalian aku partisi harddisknya menjadi dua buah partisi dengan ukuran 50 GB dan 70GB. Huh…akhirnya Hardisk externalku selamat dan bisa di gunakan lagi meski datanya hilang semua.
Related Post :