Batik

Batik berasal dari kata dalam bahasa jawa yaitu amba dan titik. Arti bebasnya adalah membuat pola dengan cara kumpulan dari titik-titik lembut dan halus dengan menggunakan bahan “malam” (wax) pada kain. Malam difungsikan untuk menahan pewarna alami agar tidak masuk ke kain sehingga nantinya setelah diberi pewarna, munculah pola yang unik dan indah.
Terminologi batik sebenanrnya lebih tepat untuk batik tulis dan batik cap, sedangkan batik printing sebenarnya tidak termasuk termasuk karena cara pembuatannya beda jauh.

Batik tulis dibuat dengan cara tradisional menggunakan canting sebagai alatnya. Canting yang diisi malam cair digunakan sebagai alat untuk membuat titik dan garis pada kain. Titik dan garis tersebut kemudian menjadi pola matematika kompleks yang hanya bisa didekati dengan geometri fraktal yang biasanya memetakan aksentuasi alam yang rumit seperti dinamika ombak, awan, pegunungan, dan lain-lain.

Pembuatan batik tulis tersebut sangat memerlukan keahlian serta pengalaman, ketelitian, kesabaran dan juga waktu yang lama untuk menyelesaikan sebuah batik tulis saja. Untuk sebuah batik tulis biasanya paling cepat dapat diselesaikan selama dua minggu oleh seorang pembatik, itupun jika cuaca cukup mendukung dan desain motifnya tidak terlalu rumit. Adapun tahapan-tahapan dalam proses pembutan batik tulis ini:

  1. Tahap pertama atau disebut juga proses pembatikan pertama, yaitu pembuatan pola dan motif yang dikehendaki di atas kain putih (sutera) dilukis dengan pensil.
  2. Tahap kedua, melukis dengan lilin malam menggunakan canting dengan mengikuti pola tersebut pada kedua sisi (bolak-balik).
  3. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna).
  4. Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu
  5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  6. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
  7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
  8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas di atas tungku.
  9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
  10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  11. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.

Sedangkan batik cap proses pembuatanya mirip dengan batik tulis hanya saja proses tahap pertamanya menggunakan alat cetak dengan cara cap, bukan dengan menulis pola dengan tangan di atas kain sehingga akurasi dan kelembutannya juga lebih berkurang jika dibandingkan batik tulis.

Awalnya Batik klasik erat kaitannya dengan kerajaan-kerajaan Jawa. Alur atau motifnya dulunya melekat pada waktu dan acara penggunaanya. Misalnya saja motif Sido Wirasat, Parang Kusumo, Sido Asih, truntum, dan lain-lain yang digunakan pada acara hajatan resepsi pernikahan. Ada juga motif batik yang ekslusif hanya boleh digunakan oleh lingkungan kraton saja. Keterangan lebih detail tentang motif batik ini dapat dilihat di sini .
Pada dasarnya motif batik jawa secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu motif batik pedalaman yang merupakan corak batik daerah solo dan jogja dan kedua adalah motif batik pesisiran yang merupakan motif batik diluar solo dan jogja seperti pekalongan, dll.

Namun, dengan tumbuhnya peradaban dan mobilitas penduduk, batik bukan lagi bersifat eksklusif Kerajaan Jawa dan masyarakat Jawa saja. Batik telah menjadi fenomena nasional dan regional. Oleh karena itu, sangat tepat kalo negara mengusahakan batik diakui oleh dunia sebagai warisan budaya asli indonesia melalui UNESCO sebagai langkah awal agar tidak diklaim oleh bangsa lain.

Andhy

I like making good quality improvement both for my self and my surroundings. I also enjoy learning something new and sharing my thought with other people.

You may also like...

1 Response

  1. tiyangatmojo says:

    Untuk batik yang di pasar beringharjo jogjakarta itu termasuk batik apa ya?karena harganya lumayan terjangkau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>