Bunaken, Taman Laut Hebat tanpa Infrastruktur yang Mantap
Saat melakukan perjalanan ke Manado, kami menyempatkan berkunjung di Bunaken. Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Pulau bunaken ini adalah pulau yang termasuk dalam gugusan Taman Nasional Bunaken yang diresmikan pada 24 Desember 1991. Taman Nasional Bunaken sendiri sebenarnya merupakan kawasan konservasi perairan dengan luas 79.065 ha yang terdiri dari dua bagian terpisah yaitu bagian utara dan bagian selatan. Bagian Utara meliputi lima pulau masing-masing Pulau Bunaken, Siladen, Manado Tua, Mantehage dan Pulau Nain, serta wilayah pesisir Desa Molas, Desa Meras, Tongkaina dan Tiwoho sedangkan Bagian Selatan meliputi pesisir desa-desa yaitu Desa Popo, Teling, Kumu, Pinasungkulan, Rap-rap, Sondaken, Wawontulap dan Poperang.
Well, perjalanan dari Manado ke Pulau Bunaken kami awali dari Marina, sebuah pantai di sekitar Mega Mas Mall. Sebelumnya kami juga sudah menyiapkan makanan dan air minum untuk keperluan nanti di atas kapal. Di Marina tersebut kami menyewa kapal seharga 700 ribu rupiah untuk menuju Pulau Bunaken. Kapal ini dilengkapi dengan semacam dua buah lantai kaca (mirip aquarium) yang memang dikhususkan untuk melihat keindahan terumbu karang dan ikan-ikan diperairan dangkal dari dalam kapal. Sekitar 45 menit perjalanan dengan kapal, akhirnya kami sampai ke salah satu spot Taman Laut (taman laut ini belum masuk ke pulau bunaken). Dari lantai kaca di kapal tersebut, kami bisa melihat keindahan terumbu karang yang bermacam-macam warnanya yang disekitarnya terdapat gerombolan ikan-ikan kecil dan besar yang juga bermacam-macam warnanya sehingga menimbulkan semacam komposisi alami yang yang dinamis dan sangat indah..
Terumbu karang yang ada di Taman Laut Bunaken tersebut merupakan kumpulan terumbu karang berbagai jenis. Dari catatan dephut, terumbu karang tersebut terdiri dari 13 Genera karang hidup yang didominasi oleh terumbu karang penghalang dan terumbu karang tepi. Sedangkan ikan yang menghuni sekitar terumbu karang di taman laut tersebut terdiri dari sekitar 91 jenis ikan yang diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain.
Menurut pemandu kapal kami, sebenarnya pemandangan yang lebih bagus lagi kalau kita bisa melihat pada bagian underwater great walls atau yang disebut juga hanging walls atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Di underwater great walls ini terdapat terumbu karangnya yang masih alami, bagus, utuh, dan lebih banyak terdapat jenis ikan baik besar maupun kecil yang warnanya bermacam-macam dan bergerombol dalam jumlah banyak. Nah, untuk melihat underwater great walls tersebut harus menggunakan kapal selam yang perorangnya harus membayar sekitar 350an ribu rupiah. Waduh…mahal banget…jadi kami memutuskan tidak jadi naik kapal selam.. snorkeling saja deh
Setelah puas hanya melihat-lihat kehidupan laut dari dari kapal, kemudian kami menuju daratan pulau Bunaken. Sewaktu turun dari kapal, sudah terlihat betapa tidak diurusnya tempat wisata tersebut dengan baik. Jalan dari dermaga ke Pulau banyak yang rusak dan berlubang. Di daratnya pun setelah memasuki gapura Pulau bunaken, terdapat tempat seluas kira-kira 100 meter x 50 meter yang berbatasan dengan laut dan tebing tinggi yang tidak ditata dengan rapi. Di tempat seluas itu hanya didapat penjual souvenir, tempat sewa peralatan snorkeling, dan tempat minum kelapa muda yang kurang tertata dengan baik sehingga lebih terasa kesan kumuhnya.. Sangat jauh dengan kondisi di Bali. Kemudian di sana ada juga semacam tempat informasi yang memuat poster-poster binatang laut dan terumbu karang yang ada di Taman Laut Bunaken, namun tempat informasi tersebut juga terlihat hanya setengah-setengah dan sepertinya hanya asal ada saja..hm..memang kurang menarik di sini.
Meski kurang menarik, namun ada juga informasi menarik yang bisa didapatkan di tempat itu yaitu foto pernah ditemukannya ikan purba di sekitar perairan pulau Manado Tua, pulau di sebelah Bunaken. Ikan purba tersebut disebut dengan Ikan raja laut yang merupakan salah satu hewan paling tua di muka bumi. Jutaan tahun lalu ikan ini hidup di semua perairan laut di bumi ini, tetapi sekarang, ikan ini diketahui hanya hidup di dua tempat saja di dunia ini, yaitu di Pulau Comoro di Afrika, dan di perairan Pulau Manado Tua di Taman Nasional Bunaken. Hm.. Jadi Taman Nasional Bunaken memang benar-benar tempat terkaya biodiversity lautnya..
Well, kemudian kami menyewa peralatan snorkeling berupa kacamata snorkeling yang dilengkapi dengan selang udara dan sepatu untuk memudahkan bergerak di laut. Harga peralatan sewa tersebut 60 ribu rupiah. Kemudian atas saran pemandu kapal, kami juga membeli biskuit untuk memberi makan ikan sehingga ikan-ikan bisa mendekat ke tangan kami. Setelah itu, kami menuju taman laut lagi dan segera bersiap-siap untuk snorkeling.
Setelah sampai ditaman laut kapal kami berhenti dan segera ditambatkan jangkar. Di sekitar tempat berhentinya kapal kami, saya menjumpai puluhan kapal sejenis yang juga berhenti dan didekatnya banyak orang yang sedang snorkeling atau pun sedang scuba diving dengan ceria. ![]()
Setelah peralatan sudah terpakai maka segera semuanya meluncur ke laut. Karena sudah lama tidak berenang, saya agak tidak tidak terbiasa bernapas dengan menggunakan mulut
Setelah mencoba-coba, akhirnya sedikit-sedikit bisa juga meski pertama-tama masih sering air masuk ke mulut atau hidung..he..he..
Setelah mulai terbiasa, dengan membawa biskuit kami mulai memberi makan ikan. Tampak ikan-ikan berwarna-warni mendekat ke tangan-tangan kami sambil memakan biskuit tersebut..wow keren…
Menurut teman kami yang pernah snorkeling di Bali, Taman Laut Bunaken ini lebih bagus jika dibandingkan dengan di Bali.
Sewaktu snorkeling, beberapa anggota tubuh seperti tangan dan kaki ada yang seperti digigit dan kemudian terasa gatal. Kata pemandu kapal, hal tersebut tidak apa-apa asal jangan digaruk saja. Katanya nanti kalo sudah dibilas air tawar akan hilang dengan sendirinya. Bila digaruk, malah akan menjadi merah dan seperti bengkak.
Setelah sekitar satu jam snorkeling, kemudian kami beristirahat dan memakan bekal makanan yang sudah kami siapkan sebelumnya. Setelah kenyang dan tidak capek lagi, kami kembali melanjutkan snorkeling lagi. Kira-kira 1 jam 30 menit kemudian kami mengakhiri snorkeling dan kembali ke pulau bunaken untuk mengembalikan peralatan snorkeling dan membayar uang sewa serta ingin mandi membilas tubuh dengan air tawar. Nah inilah yang disayangkan..didaratan pulau itu ternyata juga tidak ada tempat untuk bilas dengan air tawar
Yang ada hanyalah kamar kecil untuk buang air kecil… Hm…Keindahan taman laut yang menakjubkan ternyata tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai.. Seharusnya pemerintah daerah setempat sudah selayaknya mengurus tempat tersebut. Jalan dermaga yang berlubang harus diperbaiki, para pedagang dan stand-stand persewaan peralatan snorkeling harus diatur dan ditata ulang sehingga lebih rapi dan tidak ada kesan kumuhnya. Kemudian selayaknya dibagun sarana untuk membilas bagi yang setelah snorkeling dan juga disediakan tempat toilet yang bersih. Kemudian dibagian informasi akan lebih baik disediakan petugas yang jaga dan juga disediakan informasi tanda-tanda yang ada di taman laut seperti mana yang dangkal dan mana yang dalam sehingga bisa membuat orang yang akan snorkelig lebih aware. Hm…memang masih banyak yang harus diperbaiki..
Well lanjut ke cerita..setelah membayar, kami akhirnya balik ke kapal tanpa bilas untuk kembali ke Marina di Mega Mas. Dalam perjalanan, ombak cukup tenang dan langit cukup cerah sehingga pemandangan menjadi lebih indah. Setelah sampai ke marina, kemudian kami menuju hotel dan mandi di hotel kemudian keluar lagi ke restoran ria-rio untuk makan malam dengan menu hidangan laut..nyam..nyam..nyam…enak juga ha..ha..ha..
April 3rd, 2009 at 3:21 pm Using
tampak keren kaka..
enaknya bisa jalan2 ke mana2..
someday i must visit Bunaken!!
April 6th, 2009 at 5:55 am Using
Berdoa saja pas ke sana karangnya masih belum tambah parah
May 11th, 2009 at 6:29 am Using
Wah…seruuu..
ada rencana mau ngajak keluarga ke sana..Kira2 berapa ya budget yg di butuhin? (Pesawat, Penginapan, dan lain lain)
Trus untuk puas2in liat keindahan di sana butuh berapa hari?
Makasih
May 11th, 2009 at 11:06 am Using
@Ulfa
Budget bisa di disesuaikan dengan kebutuhan.
Untuk menikmati keindahan Menado 3 hari mungkin cukup kali ya, ga banyak objek wisata sih
May 17th, 2009 at 5:15 pm Using
kira2 buth budget brapa ya ksana??misal dr jkrta?hrga untuk diving brp?/wah sik bget tuh..
May 18th, 2009 at 1:28 pm Using
@henryaja
Kalo budget tentunya semakin banyak semakin mantap. He..he..
Untuk diving kurang tahu berapa harganya coz dulu ga nyoba diving. Hanya snorkeling aja.
July 16th, 2009 at 9:41 pm Using
hai, salam knal…..
saya dessy, rencana, saya mau ke manado awal minggu depan.. dan tentu ajah saya ga mau melewatkan tuk snorkeling or diving disana yg konon katanya luar biasa indahnya..
tapi saya blm pengalaman soal itu, ada syarat khusus ga utk bisa ikut diving or snorkeling y?? saya ga terlalu pintar berenang nih, tapi pingin bgt. disana bisa bayar instruktur pribadi kan?? kl utk diving taukah brp biayanya kira2?? thanx u tuk infonya…
July 17th, 2009 at 8:30 pm Using
@Dessy,
Kalo snorkeling sepertinya ga ada syarat khusus. ga bisa berenang juga ga bermasalah karena bisa pake pelampung. Tapi untuk diving saya kurang tahu coz ga nyoba pas di sana