Catatan Ubuntu 11.10 di Netbook HP Mininote 2140

Ubuntu 11.10 HP Mininote 2140Setelah lama menggunakan Linux Mint LXDE edition Live SDHC pada Netbook HP Mini Note 2140, akhirnya aku mencoba mencicipi Ubuntu 11.10 yang langsung diinstall di Harddisk Netbook Mini Note 2140. Source file installer ISO aku pilih versi DVD yang berukuran sekitar 1.5 GB dan aku unduh dari salah satu miror Ubuntu yang ada di Indonesia. Dengan kecepatan internet yang setengah dewa, 1.5 GB itu hanya memerlukan waktu kurang dari 5 menit saja untuk selesai di unduh. Awalnya aku kira versi DVD ini lebih lengkap dari versi CD nya seperti halnya Linux Mint, tetapi untuk Ubuntu ternyata tidak beda jauh dengan versi CD nya. Kalau tahu seperti itu mending download versi CD nya saja. DVD ISO tersebut kemudian di buat installer dengan menggunakan Universal USB Installer pada media SDHC untuk kemudian diinstall di Netbook HP Mini Note 2140. Saat installasi, partisi untuk Linux aku berikan porsi sebesar 20 GB dengan detail partisi swap nya berukuran 2 GB dan partisi / nya berukuran 18 GB. Seperti biasa, Linux selalu menganggap waktu di Bios adalah waktu GMT sehingga waktu di Linux selalu tidak sama dengan waktu di Windows jika kita menggunakan dual OS. Solusinya adalah membuat seting waktu di Linux menjadi GMT sehingga waktu di Windows sama dengan waktu di Linux.

Ubuntu Versi 11.10 ini menurutku sudah lebih bersahabat dengan netbook jika dibandingkan dengan versi sebelumnya meski memang masih ada kekurangannya. Sebagai Newbie dalam menggunakan Unity, memang awal-awal agak canggung dan perlu waktu agak lama dalam melakukan adaptasi dengan Unity terutama mencari tahu shortcut-shortcut untuk mempercepat akses ke aplikasi tertentu seperti misalnya super+a dan lain-lain. Tidak seperti Linux Mint yang dulu aku pakai, Ubuntu masih perlu install codex multimedia untuk memutar file multimedia (Audio dan Video). Tetapi dengan kecepatan internet setengah dewa, install codex (ubuntu-restricted-extras) dan aplikasi lain-lain tidaklah menjadi masalah. Untuk aplikasi, aplikasi default Ubuntu 11.10 ini untuk Audio Player menggunakan Banshee dan untuk Video Player menggunakan Totem. Awalnya Audio Player Banshee ini sangat lama saat dibuka dan selalu error untuk browse lagu sampai harus di kill dari shell untuk force close. Jadi saat itu sempat mau aku ganti dengan Rhytmbox saja, namun kemudian setelah diupdate jadi normal dan tidak bermasalah lagi. Bahkan Banshee ini bisa autodetect ketika ipod shuffel ku ditancapkan di laptop dan bisa memutar lagunya, hanya saja entah bisa tidak untuk menambahkan lagu ke ipod (belum sempat mengexplore lebih jauh). Untuk media player aku tidak suka dengan Totem, maka aku ganti dengan VLC yang lebih ringan dan lebih banyak format file yang disupport. Untuk shell editor, default editornya adalah Nano. Aku kurang familiar dengan Editor Nano jadi aku ganti dengan Vi (Vim). Nano nya di uninstall saja. Untuk aplikasi yang berhubungan dengan internet, browser default adalah Firefox 8 dan untuk aplikasi chatting adalah Empathy. Untuk Browser, karena google chrome sudah menyediakan paket untuk debian based, maka aku install Google Chrome Debian based tersebut sebagai secondary browser. Untuk aplikasi chatting, aku sama sekali tidak familiar dengan Empathy, jadi aku ganti dengan Pidgin. Sementara itu, beberapa aplikasi lain yang mungkin akan sering digunakan seperti skype, filezilla, dan gimp aku tambahkan.

Kelemahan yang menurutku cukup mencolok dari ubuntu 11.10 ini adalahtidak automount sewaktu booting untuk jenis partisi non linux lainnya tetapi harus di klik icon partisinya barulah partisi tersebut ter-mount. Hal ini membuat kurang nyaman karena semua laguku ada di partisi NTFS jadi saat menjalankan Banshee tidak bisa langsung memutar lagu sebelum partisi NTFS tersebut di klik. Kalau gini caranya berarti harus nambah manual di fstab yang agak ribet supaya automount sewaktu booting. Kelemahan lainnya adalah kursor mouse sering tidak bisa dipindah-pindah, cuma diam saja. Kalau sudah seperti ini, harus logout kemudian login lagi baru normal jalan lagi. Selanjutnya ukuran icon di dash home menurutku terlalu besar, sayangnya aku belum tahu caranya bagaimana memperkecil ukuran icon di dash home tersebut. Selain icon di dash home, ukuran icon di unity launcher juga terlalu besar dan tidak ada cara memperkecil icon nya via menu setting. Tetapi untunglah di internet ada cara untuk me-resize ukuran launcher icon unity tersebut dengan memanfaatkan aplikasi CCSM (CompizConfig Settings Manager). CCSM ini aplikasi yang bisa berbahaya jika tidak tahu dan asal klik saja sewaktu menggunakannya karena bisa membuat tampilan unity menjadi kacau. Unity ku sempat kacau dan akhirnya install ulang ubuntu dari awal lagi gara-gara CCSM error saat mengklik salah satu menu di CCSM tersebut sehingga unity launchernya hilang dan aku tidak tahu bagaimana cara mengembalikannya. Untuk modem GSM, tidak semua modem bisa digunakan. Aku cek meski sama-sama bermerek si kipas merah (H*awei) namun Modem E156G tidak bisa berjalan mulus, tetapi yang Modem versi K3765 bisa digunakan dengan baik.

More on AndhySukma.com :

Tentang SMS Spam & Filter SMS
Banyak Web tanpa versi Mobile
Dari Fantastico ke Softaculous
kilobit vs kilobyte
Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1431H
Kereta Api Express Malam Bima
Ketakutan Kampanye lewat SMS tidak berdasar!

15 thoughts on “Catatan Ubuntu 11.10 di Netbook HP Mininote 2140

  1. Saya juga di notebook Acer TM 6293 pakai Ubuntu 11.10. Awalnya sih berat banget, tapi dengan beberapa update, belakangan ini konsumsi dayanya jadi lebih manusiawi. Katanya seri 12.04 akan lebih bagus lagi nanti.

    Yang lemah, jika tidak menggunakan PPA tersendiri, update kadang lama sekali. Misalnya Firefox 9.0.1 baru tersedia sekitar minggu ini. Sedangkan pada openSUSE meski tanpa repository Mozilla, sudah di-update tidak lama setelah ada versi Windows-nya.

    1. @sukadi, cobanya kalau sudah ga banyak masalah saja. Saat ini unity masih sering mouse nya tiba-tiba tidak bisa digerakkan.

      @zippy, OS itu ga penting, yg penting adalah produktifitas. Saya install cm karena kepengin nyoba saja. Untuk produktifitas di ubuntu masih jauh dari harapan :)

  2. ubuntu saya ketiban sama win7 T.T
    sampe sekarang blm bisa munculin lagi karena tutorialnya gak pernah ada yg cocok buat laptop ane..

    tapi jadi pengen nyoba linux yg baru, pasti keren..

  3. kalau untuk modem yang tidak terdeteksi coba gunakan sakis3g, mudah mudahan membantu, saya menggunakan modem speedup telkomsel flash yang susah dikenali tanpa sakis 3g

    1. @Jarwadi, thanks informasinya. nanti kapan-kapan di cobain

      @Rojak is reza, kalau donwload mending cari yang inetnya super cepat. kalau ga cepat sebaiknya ngopi dari teman saja secara ofline.

  4. Saya pernah menginstalkan Ubuntu 11.10 ke netbook teman. Tapi ternyata berat banget. Rasanya Ubuntu 11.1o kurang cocok untuk prosesor Intel Atom, walaupun RAM-nya 2 GB.

    Oya, maksud Untuk produktifitas di ubuntu masih jauh dari harapan itu apa ya? Apakah masalah aplikasi yang tidak sesuai harapan? Sebenarnya semua kan tergantung penggunanya juga. Linux menyediakan banyak sekali aplikasi yang tinggal kita pilih sesuai selera dan kebutuhan.

    Semuanya berlisensi free.

    1. @iskandaria, maksudnya meski sudah kenal linux sejak 2003, namun untuk urusan nyari duit selalu pakai W*ndows untuk desktop atau Unix (FreeBSD) untuk server, ga pernah pake Linux.
      Linux saya pakai hanya untuk iseng saja seperti browsing, ndengerin music, nonton film, atau mainan compile kernel saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>