Kereta Api Express Malam Bima

Berawal dari salah tanggal saat membeli tiket kereta api Sawunggalih Utama tujuan Jakarta-Purwokerto, akhirnya dua minggu yang lalu saat malam tahun baru, aku mencoba kereta api lain untuk melakukan perjalanan dari Jakarta ke Purwokerto. Kereta api itu adalah Kereta Api Express Malam Bima. Kereta ini berangkat dari Jakarta Stasiun Gambir pukul 5 sore dengan tujuan akhir Surabaya Stasiun Gubeng. Saat itu tiket Kereta Api Express Malam Bima tersebut adalah Rp 240 ribu untuk perjalanan dari Jakarta ke Purwokerto. Tiket tersebut aku beli di peron karcis stasiun gambir secara dadakan hanya berjarak kurang lebih satu jam sebelum kereta api ini berangkat dari stasiun Gambir. Aku berani go show untuk beli tiket seperti itu karena sebelumnya sudah telfon ke Call Center kereta api terlebih dahulu untuk menanyakan ketersediaan tiketnya dan ternyata saat itu masih tersedia sekitar 40 tiket sehingga aku yakin tidak akan penuh tuh kereta :D. Oya, selama perjalanan dari Jakarta ke Purwokerto Kereta Api ini hanya berhenti di stasiun Cirebon saja sehingga bisa cepat sampai ke Purwokerto. Kereta tersebut akhirnya sampai di Stasiun Purwokerto sekitar jam 10.30 malam. Setelah sampai di Purwokerto kemudian jalan-jalan muter-muter Purwokerto mencari makanan sambil menunggu malam pergantian tahun.

Tentang kereta api Express malam Bima, gerbong kereta api express malam Bima yang aku tempati masih bagus dan masih sangat layak dikategorikan gerbong eksekutif. Meski gerbongnya tidak sebagus gerbong Kereta Api Eksekutif Gajayana namun gerbongnya sudah lebih bagus jika dibandingkan Gerbong kereta api Eksekutif lain semacam Kereta Api Purwojaya. *Kalau kereta api Purwojaya si menurutku gerbongnya sudah kurang layak untuk eksekutif* :) . Di depan setiap tempat duduk pada kereta api ekspres malam Bima terdapat fasilitas bacaan berupa majalah Kereta Api dengan nama REL plus. Bentuknya yang berupa majalah ini tentu saja lebih bagus dan lebih baik dari pada bentuk tabloid koran seperti yang ada di kereta api Argo Lawu yang sudah dibahas di post sebelumnya. Selain Majalah, ternyata di depan setiap tempat duduk juga terdapat lembar panduan doa naik kereta api. Fasilitas lain di gerbong ini adalah sudah dilengkapi dengan colokan stop kontak sehingga bisa digunakan untuk mengisi batre ponsel. Colokan ini pun jalan dan bisa digunakan. Perbedaan lain dari kelas eksekutif kereta lain adalah fasilitas selimut yang bentuknya seperti bantal. Jadi selimutnya bisa dilipat dan terdapat resleting sehingga bisa di lipat sedemikian rupa menjadi bantal. Jadi sangat berbeda dengan selimut yang umumnya digunakan di kereta eksekutif. Fasilitas umum kereta ini dapat dilihat di webnya kereta api. Di sana ada list fasilitas dan spesifikasi teknisnya.

Iseng cari-cari informasi di internet tentang kereta api ekspres malam Bima, ternyata sejarahnya dahulu kereta api Express Malam Bima adalah kereta api bergerbong ber-AC pertama kali yang beroperasi di Indonesia. Kereta Api tersebut juga merupakan kereta api pertama yang memiliki gerbong khusus untuk pembangkit. Dulu kereta itu merupakan kereta api yang berjenis gerbong tidur namun seiring waktu dan gerbongny adiganti dengan gerbong duduk seperti sekarang.

Berawal dari salah tanggal saat membeli tiket kereta api Sawunggalih Utama tujuan Jakarta-Purwokerto, akhirnya dua minggu yang lalu saat malam tahun baru, aku mencoba kereta api lain untuk melakukan perjalanan dari Jakarta ke Purwokerto. Kereta api itu adalah Kereta Api Express Malam Bima. Kereta ini berangkat dari Jakarta Stasiun Gambir pukul 5 sore dengan tujuan akhir Surabaya Stasiun Gubeng. Saat itu tiket Kereta Api Express Malam Bima tersebut adalah Rp 240 ribu untuk perjalanan dari Jakarta ke Purwokerto. Tiket tersebut aku beli dadakan hanya berjarak satu jam sebelum kereta api ini berangkat di peron karcis stasiun Gambir. Selama perjalanan dari Jakarta ke Purwokerto kereta api ini hanya berhenti di stasiun Cirebon. Kereta tersebut saat itu sampai di Stasiun Purwokerto sekitar jam 10.30 malam.

Saat itu gerbong yang aku tempati masih bagus dan masih sangat layak dikategorikan gerbong eksekutif. Meski Gerbongnya tidak sebagus Gerbong Kereta Api Eksekutif Gajayana http://andhysukma.com/gerbong-eksekutif-ka-gajayana/ namun gerbongnya sudah lebih bagus jika dibandingkan Gerbong kereta api Eksekutif lain semacam Kereta Api Purwojaya. * Kalau kereta Api purwojaya si menurutku gerbongnya sudah kurang layak untuk eksekutif :) * Di depan setiap tempat duduk pada kereta api ekspres malam Bima terdapat fasilitas bacaan berupa majalah Kereta Api dengan nama REL plus. Bentuknya yang berupa majalah ini tentu saja lebih bagus dan lebih baik dari pada bentuk tabloid koran seperti yang ada di kereta api Argo Lawu yang sudah dibahas di post sebelumnya http://andhysukma.com/tabloid-di-kereta-api-argolawu/. Selain Majalah, ternyata di depan setiap tempat duduk juga terdapat lembar panduan doa naik kereta api. Fasilitas lain di gerbong ini adalah sudah dilengkapi dengan colokan stop kontak sehingga bisa digunakan untuk mengisi batre ponsel. Colokan ini pun jalan dan bisa digunakan. Perbedaan lain dari kelas eksekutif kereta lain adalah fasilitas selimut yang bentuknya seperti bantal. Jadi selimutnya bisa dilipat dan terdapat resleting sehingga bisa di lipat sedemikian rupa menjadi bantal. Jadi sangat berbeda dengan selimut yang umumnya digunakan di kereta eksekutif.

Iseng cari-car informasi di internet tentang kereta api ekspres malam Bima, ternyata sejarahnya dahulu kereta api Express Malam Bima adalah kereta api yang memakai gerbong ber-AC pertama kali yang beroperasi di Indonesia. Kereta Api tersebut juga merupakan kereta api pertama yang memiliki gerbong khusus untuk pembangkit. Dulu kereta itu merupakan kereta api yang berjenis gerbong tidur namun seiring waktu dan gerbongny adiganti dengan gerbong duduk seperti sekarang.

More on AndhySukma.com :

Tentang SMS Spam & Filter SMS
Catatan Ubuntu 11.10 di Netbook HP Mininote 2140
Banyak Web tanpa versi Mobile
Dari Fantastico ke Softaculous
kilobit vs kilobyte
Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1431H
Ketakutan Kampanye lewat SMS tidak berdasar!

14 thoughts on “Kereta Api Express Malam Bima

  1. Misi mas, mau nanya, kali bisa bantu, si web ticketing-keretaapinya udah gak bisa di akses ya?
    sy rencana mau naik willis, ada stop kontaknya juga gak ya?

  2. Gan,kereta Bima brenti di kebumen/ kutoarjo gak ya?hotel di purwokerto yg deket stasiun ada gan?berapa rate-nya?mksh ya gan :idea:

    1. @doni, kurang tahu kalo di kebumen/kutoarjo. Coz hanya di stasiun besar saja berhentinya. Kalau hotel di deket stasiun ada banyak. Rate tgt kelas hotel, yg lumayan di atas 100rb-an.

    2. Kalau kebumen, KA ini tidak berhenti. Tapi di kutoarjo, KA yang dari Surabaya/ke arah jakarta(KA no. 33), KA ini berhenti. Kalau hotel di purwokerto, saya tidak tahu. Maklum, nggak pernah ke pwt. Cuma numpang lewat

  3. Hari ini 7nov2012 saya coba naik bima tujuan jakarta. Ternyata dalam gerbongnya lebih bagus dibanding argo anggrek malam yg beberapa waktu sebelumnya saya naiki.

  4. Justru K1 Bima lebih nyaman dari sisi Guncangan. Lebih bagus juga. KA Bima memakai bogie (perangkat roda) k8 dengan suspensi pegas karet. Di Indonesia hanya Bima yang pakai. Gajayana pakai k5. Guncangan luar biasa

  5. Ada lagi, mas keunggulan KA ini. Kereta ini merupakan KA ter-ekspress. Bila diambil contoh dari Gajayana, KA bima menempuh Jakarta_Yogyakarta hanya 7 jam. Gajayana butuh 8 jam, tapi sebanding dengan layanan Gajayana. Ini lagi2 disebabkan perbedan fisik K1 dan beda loko penarik. Karena Bima memakai K8, maka bisa dipacu hingga 120 km/jam(dalam kasusnya, masinis sering melebihkan hingga 130 km/jam). Loko penarik Bima adalah CC 203, yang bisa melaju hingga 170 km/jam. Gajayana hanya K5, dan penariknya CC 206 yang sebenarnya utuk KA barang(tapi, alasannya agar rangkaian Gajayana bisa menanjak di rute Kertosono-malang yang perbukitan), tapi, kan, kebanyakan penumpang Gajayana itu untuk ke Bromo, maka KA ini lebih untuk wisata(baik di jalan dan di tempat tujuan). Itu hipotesa saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>