Palembang : Pempek, Jembatan Ampera, dan Gelora Sriwijaya

Kalau kita menyebut nama Palembang, maka apa yang segera terbayang di benak kita? Bagi orang luar Palembang seperti saya, pasti segera teringat Pempek atau Empek-empek. Yak, pempek memang makanan khas yang sangat terkenal di sana. Oleh karena itu, akupun mencoba pempek saat ke sana beberapa hari yang lalu.
Pempek adalah makanan yang dibuat dari olahan tepung dan ikan dengan jenis beraneka ragam. Biasanya penamaan pempek berkaitan dengan bentuk dan kandungan bahan pembuatannya. Misalnya pempek lenjer dan bulat yang memang bentuknya lenjer panjang dan bulat. Kemudian pempek kapal selam yang didalamnya terdapat telur, dan lain sebagainya.
Kalau kita cari di internet seperti misalnya di wikipedia, konon asal mula pempek berawal dari jaman dahulu kala sungai Musi terdapat banyak sekali ikan sehingga membuat melimpahnya tangkapan ikan di sungai Musi tersebut. Sekedar informasi, sungai Musi adalah salah satu sungai terbesar di Propinsi Sumatra Selatan yang sudah dijadikan media transportasi sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.
Hasil ikan dari sungai Musi tersebut oleh sebagian besar masyarakat saat itu hanya diolah dengan cara digoreng dan dipindang. Pada zaman dulu, ada seorang “Apek”(Apek adalah sebutan lokal sana untuk lelaki tua keturunan Cina) yang memiliki terobosan baru dalam hal mengolah ikan dari sungai Musi tersebut dengan cara dicampur tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan olahan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek tersebut dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka lama kelamaan makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai pempek atau empek-empek sampai sekarang.
Sekarang ada banyak merek pempek yang terkenal di sana. Saat kami ke sana, rekan-rekan kami yang di sana merekomendasikan pempek b*r*ngin.

Hal lain yang menjadi ciri khas Palembang dan menjadi semacam icon kota tersebut adalah adalah Jembatan Ampera (Ampera merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat). Jembatan Ampera adalah jembatan yang melintasi sungai Musi tepatnya di dekat Benteng Kuto Besak. Menurut info di wikipedia, Jembatan tersebut pada zaman dahulu disebut dengan Jembatan Bung Karno dan pernah menjadi jembatan terpanjang se-Asia Tenggara. Jembatan ini berkilauan dengan hiasan lampu yang menyala pada malam hari yang membuatnya bertambah indah. Saat kami ke sana pada malam hari, kami bisa melihat dengan jelas keindahan jembatan tersebut dari salah satu restoran di pinggir sungai Musi, tepat di samping jembatan sambil menyantap makanan olahan ikan di restoran tersebut.

Hal ketiga menurut opini pribadi saya yang akan menjadi icon Palembang selanjutnya adalah Gelora Sriwijaya Jakabaring. Saat kami ke sana, tempat tersebut sedang dalam perbaikan dalam rangka persiapan Sea Games. Di dalam Gelora Sriwijaya tersebut terdapat stadion megah yang merupakan salah satu stadion dengan kapasitas besar di Indonesia. Ngomong-ngomong tentang Sea Games, meski waktunya kurang lebih tinggal satu bulan lagi, namun sepertinya beberapa tempat venue masih dalam tahap pembangunan. Di tambah lagi saat ini di Palembang sedang ada kabut asap yang lumayan tebal dan menurut info dari rekan-rekan kami yang asli sana, kabut tersebut sudah sekitar sebulanan muncul dan cukup menggangu. Wew…kita doakan saja semoga acara Sea Games lancar.

*gambar dari internet :
-http://mocoe.wordpress.com
-www.sumselprov.go.id

More on AndhySukma.com :

Traveling to Bratislava
Traveling to Vienna
Traveling to Bali
Balekambang : Taman Asri di kota Berseri untuk Rekreasi
Agrowisata Sondokoro, Tempat Wisata di Pabrik Gula
Cilacap-Pantai Teluk Penyu& Benteng Pendem
Banjarmasin : Pasar Terapung & Permata Martapura

8 thoughts on “Palembang : Pempek, Jembatan Ampera, dan Gelora Sriwijaya

    1. @cahya, malu bertanya sesat di jalan :-D untung ada rekan di sana yang bisa ditanyain.

      @Nie, kata kebanyakan orang si beda. Namun berhubung aku ga terlalu suka pempek, rasanya si menurutku sama semua :hammer:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>