Pencari Kayu

Taken from email which was sent by my colleagues

Suatu hari seorang pencari kayu di hutan sedang dikejar-kejar oleh seekor macan, dalam keadaan panik kakinya terperosok dan jatuh ke dalam sumur. Untung saja ia masih sempat berpegangan pada akar pohon yang menjuntai kedalam sumur. Ia berpegangan erat pada akar itu, sementara sang macan menungguinya di mulut sumur dengan mulut menganga siap menerkam si pencari kayu kapan pun juga.

Saat sedang berpegangan pada akar ia melihat dua ekor tikus berwarna putih dan hitam sedang menggerogoti akar pohon tadi. Pada saat bersamaan pencari kayu itu melihat ke dasar sumur, ternyata begitu banyak ular berbisa yang siap menggigit dan memangsanya. Saat mendongak ke atas sumur ada tetesan madu yang menetes dari dari sarang lebah pohon di atas sumur. Dengan serta merta ia membuka mulutnya. Karena sangat laparnya, ia pun menikmati madu itu. Ia begitu menikmatinya, saking lezatnya sehingga sejenak ia melupakan segala yang ada di sekelilingnya.

Pencari kayu adalah gambaran manusia, macan adalah Malaikat Izrail sang pencabut nyawa yang senantiasa mengejar manusia kapan pun dan dimana pun. Akar pohon adalah umur manusia yang senantiasa berkurang digerogoti tikus putih (waktu siang) dan tikus hitam (waktu malam) sementara ular-ular berbisa di dasar sumur ibarat alam kubur yang siap dengan kedahsyatan siksaannya. Sedangkan tetesan madu adalah secuil kenikmatan dunia yang menipu tetapi mampu membius kebanyakan manusia.

Adakah yang dapat menyelamatkan selain Agama???

April 11th, 2008 Posted in General

Leave a Reply

:wink: :-| :-x :twisted: :) 8-O :( :roll: :-P :oops: :-o :mrgreen: :lol: :idea: :-D :evil: :cry: 8) :arrow: :-? :?: :!:

Andhy S Perdana | Entries (RSS) | Comments (RSS).

Switch to our mobile site