The High Lord-Trudi Canavan
The High Lord merupakan kelanjutan dari karya dari Trudi Canavan yang merupakan buku ketiga dalam The Black Magician Trilogy, lanjutan dari seri dua yang saya baca lalu yang berjudul “The Novice, Rahasia Sihir Hitam Mematikan”.
Bedanya untuk buku ketiga ini, saya membaca versi English nya, bukan terjemahan. Jadi lebih enak untuk dibaca.
Cerita serunya diawali dari setelah setahun sejak peristiwa Sonea menantang tanding pelajaran ksatria dengan Regin. Kemenangan yang didapat Sonea membuat teman-temannya lebih menghargai Sonea. Cerita semakin seru dengan Sang Ketua Tertinggi, Akkarin, memberikan buku rahasia catatan Lord Corin yang didalamnya ternyata ditemukan fakta bahwa Lord Corin ternyata menguasai ilmu hitam dan bahkan dia membangun Gedung persekutuan dengan Ilmu hitam tersebut.
Buku lain yang diberikan oleh Akkarin ke Sonea berisi catatan bahwa berabad-abad sebelumnya para penyihir persekutuan ternyata menggunakan sihir hitam dalam memperkuat diri. Sihir hitam tersebut disebut sebagai Sihir tingkat tinggi. Namun akhirnya sihir tinggi tersebut kemudian dilarang digunakan karena suatu saat ada penyihir yang melewati batas dan akhirnya membunuh hampir sebagian besar penyihir persekutuan.
Suatu malam, Akkarin mengajak Sonea untuk bertemu dengan salah satu mata-mata Sachaka yang tertangkap dan kemudian mengajarkan cara membaca pikiran tanpa batas. Sonea kemudian membaca pikiran mata-mata sachaka tersebut dan akhirnya mengetahui fakta yang sebenarnya yaitu bahwa Sachaka yang terdiri dari penyihir hebat dengan ilmu hitamnya akan menyerang persekutuan dan kota. Dari peristiwa itu akhirnya Sonea memutuskan belajar Ilmu hitam untuk melindungi persekutuan dari serangan sachaka.
Karena ketahuan mempelajari Ilmu hitam, maka Akkarin dan Sonea akhirnya diinterogasi oleh persekutuan. Cerita Akkarin dan Sonea tentang kenapa mempelajari ilmuu hitam dan rencana sachaka menyerang persekutuan ternyata tidak dipercaya oleh penyihir tingkat tinggi di Persekutuan, sehingga kemudian mereka dibuang ke sachaka.
Nah, pas dibuang ke sachaka inilah, penyihir-penyihir kuat dari sachaka ternyata benar-benar menyerang persekutuan. Perang sihir antara penyihir persekutuan dan sachaka inilah yang membuat semakin seru dan menegangkan dengan dibumbui beberapa taktik cerdik dan jitu.
Cerita selengkapnya silakan baca sendiri novelnya
February 3rd, 2009 at 5:44 am Using
he he he ternyata udah baca …
bagus khan…..ada referensi ngga buku yg bagus lagi …mau donk dikasih referensinya
February 3rd, 2009 at 12:27 pm Using
@ Ita
Lumayan si novel tersebut. Cuma pas endingnya agak jelek, musuhnya terlalu mudah dikalahkan
February 14th, 2009 at 7:00 am Using
Sekarang lagi membaca “The Hunt for Atlantis”
Sepertinya ini lumayan seru, blm selesai si membacanya
May 10th, 2009 at 8:35 am Using
wow…double wow wow wow….
it is out of my mind…
June 24th, 2009 at 4:51 pm Using
Gw g suka endingny, selain musuhny terlalu gampang dikalahkan, terakhirny sad ending.
June 25th, 2009 at 12:05 am Using
@Cantabile
Iya, memang endingnya kurang OK.
Musuhnya jadi seolah-olah ga cerdas dan ga hebat lagi.
March 24th, 2010 at 3:55 pm Using
ending’y sedih..masa akkarin’y mati c…